Teori Ecohydrological juga menempatkan pentingnya
pertimbangan temporal ( waktu ) dan spasial ( ruang ). Hidrologi , khususnya
waktu curah hujan , dapat menjadi faktor penting dalam perkembangan ekosistem
dari waktu ke waktu . Misalnya , lanskap Mediterania mengalami musim panas yang
kering dan musim dingin yang basah. Jika vegetasi memiliki
musim tanam pada musim panas , sering mengalami
stres-air ,
meskipun total curah hujan sepanjang tahun mungkin moderat . Ekosistem di
wilayah ini biasanya telah berkembang untuk mendukung
kebutuhan air vegetasi rumput di musim dingin (ketika
ketersediaan air cukup), dan pohon-pohon yang beradaptasi
dengan kondisi kekeringan di musim panas (ketika ketersediaan air tidak
mencukupi).
Ekohidrologi juga mengkaji faktor-faktor hidrologi di balik distribusi spasial tanaman. Jarak optimal dan organisasi spasial tanaman juga ditentukan oleh ketersediaan air tanah. Dalam ekosistem dengan kelembaban tanah yang rendah , pohon-pohon biasanya terdistribusi jarang-jarang, dibandingkan dnegan daerah yang air-tanahnya cukup.
Tidak ada komentar: